Hilal 29 Ramadan Sulit Terlihat, Bosscha: Posisinya Sangat Dekat Matahari

6 hours ago 4

Rabu, 18 Maret 2026 – 16:05 WIB

 Posisinya Sangat Dekat Matahari  - JPNN.com Jabar

Observatorium Bosscha ITB. Foto: doc. ITB

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Observatorium Bosscha ITB menyampaikan posisi hilal pada Kamis (19/3/2026) atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah berada sangat dekat dengan matahari saat terbenam di langit barat.

Sebagai lembaga pendidikan dan penelitian astronomi, Bosscha rutin melakukan pengamatan bulan sabit muda setiap bulan. Hasilnya pun kerap menjadi rujukan dalam penentuan awal bulan Hijriah, termasuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berdasarkan perhitungan, elongasi geosentrik hilal di Indonesia berkisar 4,6° hingga 6,2°, sedangkan elongasi toposentrik berada di kisaran 4,0° hingga 5,5°.

Adapun ketinggian hilal saat Matahari terbenam hanya sekitar 0° hingga 3° di atas ufuk, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Peneliti Bosscha, Yatny Yulianty, mengatakan kondisi tersebut membuat hilal berada dalam posisi yang cukup sulit diamati.

"Keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan yang digunakan," kata Yatny dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Untuk memastikan visibilitas hilal, tim astronom Bosscha akan melakukan pengamatan menggunakan teleskop dan instrumen pencitraan di dua lokasi, yakni di Lembang dan Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama.

Yatny menjelaskan, lokasi di Aceh dipilih karena berada di batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan.

Bosscha menyebut hilal 29 Ramadan 1447 H dekat matahari dan rendah di ufuk, sehingga sulit diamati. Penentuan Syawal menunggu sidang isbat pemerintah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |