Hilal Tak Muncul di Langit Semarang, Awal Ramadan Berpotensi Jatuh pada 19 Februari 2026

1 week ago 29

Selasa, 17 Februari 2026 – 19:38 WIB

Hilal Tak Muncul di Langit Semarang, Awal Ramadan Berpotensi Jatuh pada 19 Februari 2026 - JPNN.com Jateng

Ilustrasi pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak membuahkan hasil. FOTO: Ricardo/JPNN

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak membuahkan hasil.

Hilal dilaporkan belum terlihat saat rukyatul hilal yang digelar di Planetarium Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Selasa (17/2) sore.

Pemantauan dilakukan menggunakan empat teleskop. Tamu undangan dan petugas rukyat melakukan pengamatan secara bergantian melalui teleskop untuk memastikan keberadaan hilal.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI Slamet Hambali menyampaikan bahwa secara astronomi hilal belum mungkin terlihat. Hal itu karena ijtimak atau konjungsi belum terjadi saat pemantauan berlangsung.

Menurut Slamet, pada 29 Syaban sore hari, posisi bulan masih berada di bawah ufuk karena konjungsi baru terjadi sekitar pukul 19.1.8 detik. Kondisi ini menyebabkan bulan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari sehingga hilal tidak mungkin terlihat.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Slamet menyebut awal Ramadan 1447 H di Indonesia berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 yang diperkirakan sama dengan penetapan di Arab Saudi.

Namun demikian, terdapat perbedaan dengan penetapan awal Ramadan versi Muhammadiyah.

Organisasi tersebut menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 karena menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak membuahkan hasil.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |