IMM Kecam Keterlibatan Oknum BAIS TNI Dalam Penyiraman Air Keras Kepada Aktivis KontraS

5 hours ago 14

IMM Kecam Keterlibatan Oknum BAIS TNI Dalam Penyiraman Air Keras Kepada Aktivis KontraS

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Riyan Betra Delza. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyatakan kecaman keras atas dugaan keterlibatan oknum Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) dalam kasus penyiraman air keras kepada Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Ketua Umum IMM Riyan Betra Delza menilai insiden tersebut mencederai rasa keadilan publik.

“Tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencoreng integritas institusi negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat,” ujar Riyan Betra Delza dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Riyan menilai jika dugaan ini benar, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat serius dan tidak dapat ditoleransi.

Lembaga yang menjadi andalan utama dalam urusan pertahanan stategis, tercoreng oleh oknumnya yang melakukan tindakan kekerasan yang merusak hak asasi manusia.

Oleh karena itu, IMM mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara transparan, independen, dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

“Kami meminta agar seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun aktor intelektual di balik peristiwa ini, diungkap secara tuntas. Penegakan hukum yang tegas dan adil menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi negara,” ujarnya.

IMM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan.

IMM mengecam keras dugaan keterlibatan oknum BAIS TNI dalam kasus penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |