jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan Sahabat-AI pada Jumat (27/3). Platform AI Berbasis Aplikasi ini dinilai paling mengerti dan paling Indonesia.
Sahabat-AI adalah inisiatif pengembangan ekosistem Large Language Model (LLM) berbasis sumber terbuka yang dirancang khusus untuk memahami konteks budaya dan bahasa di Indonesia. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison dan GoTo dan Komdigi, dengan dukungan teknis dari NVIDIA.
Berbeda dengan AI global yang dominan menggunakan bahasa Inggris, Sahabat-AI dilatih untuk memahami nuansa lokal Indonesia. Tidak hanya Bahasa Indonesia baku, model ini juga dikembangkan untuk mengerti berbagai bahasa daerah, seperti Jawa dan Sunda, serta konteks budaya spesifik masyarakat Indonesia.
Sahabat-AI terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, mulai dari pelajar, kreator, pelaku usaha hingga institusi publik.
Sahabat-AI dirancang sebagai sahabat digital bagi seluruh masyarakat Indonesia yang kini hadir dalam bentuk aplikasi Android dan iOS.
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengatakan Sahabat-AI sebagai langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
"Ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya," katanya.
Menurutnya, platform ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

















































