jpnn.com - PAKAR fikih dari Riyadh Su’ud Asy-Syuraim pernah berpesan dalam sebuah khotbahnya, bahwa sesungguhnya tidaklah layak menjadikan Ramadan seperti bulan-bulan lainnya.
Pria yang pernah menjadi khatib dan imam di Masjidilharam itu mengingatkan bahwa:
- Bersedekah di bulan ini tidaklah sama seperti di bulan-bulan lainnya.
- Salat di bulan ini tidaklah sama seperti di bulan-bulan lainnya.
- Membaca Al-Qur'an di bulan ini tidaklah sama seperti di bulan-bulan lainnya.
- Kedermawanan di bulan ini tidaklah sama seperti di bulan-bulan lainnya.
Pintu-pintu kebaikan yang Allah sediakan di Ramadan begitu terbuka lebar. Maka demi Allah, sesungguhnya tidak ada uzur bagi seorang pun di bulan ini, karena:
- Jika dia tidak bisa mendapatkan keutamaannya melalui pintu salat malam, maka ia bisa mendapatkannya melalui pintu sedekah.
- Jika dia tidak bisa masuk dari pintu sedekah, maka bisa melalui pintu tilawah.
- Jika dia tidak bisa dengan pintu tilawah, maka bisa mencoba melalui pintu zikir.
- Jika dia tidak juga bisa berzikir, maka setidaknya dia bisa menahan lisan dan anggota tubuhnya, dari hal-hal yang menodai bulan ini dan merusaknya.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al-Baqarah 183)."
Ibnu Katsir menafsirkan ayat itu, salah satu poinnya ialah bahwa puasa mengandung hikmah menyucikan tubuh dan mempersempit jalan-jalan setan. (qt/jpnn)




















































