Kenali Gangguan Irama Jantung Melalui MENARI, Begini Penjelasan para Dokter Ahli

4 hours ago 16

Kenali Gangguan Irama Jantung Melalui MENARI, Begini Penjelasan para Dokter Ahli

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pulse Day 2026 mengajak masyarakat mengenali gangguan irama jantung. Foto: dok APHRS

jpnn.com, JAKARTA - Gangguan irama jantung atau aritmia masih menjadi masalah kesehatan serius yang kerap tidak disadari masyarakat.

Secara global, satu dari tiga orang berisiko mengalami gangguan irama jantung sepanjang hidupnya, namun banyak kasus baru terdeteksi setelah menimbulkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal jantung.

Kondisi inilah yang mendorong peringatan Pulse Day 2026, sebuah kampanye kesadaran kesehatan global yang diperingati setiap 1 Maret (1-3) untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap irama jantungnya sendiri.

Pulse Day sendiri merupakan kampanye global yang menekankan pentingnya deteksi dini aritmia melalui langkah sederhana, yakni memeriksa denyut nadi secara mandiri.

Upaya ini relevan secara global, termasuk Indonesia, mengingat Aritmia sering kali tidak menimbulkan gejala awal sehingga luput dari perhatian hingga terjadi kondisi yang mengancam jiwa.

Melalui Pulse Day, masyarakat diingatkan bahwa pemeriksaan sederhana dapat menjadi langkah awal pencegahan yang sangat berarti.

"Gangguan irama jantung sering kali tidak bergejala dan baru diketahui ketika komplikasi sudah terjadi. Padahal, sebenarnya deteksi dini dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan MENARI atau MEraba NAdi sendiRI secara rutin," ujar Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), Subsp. K.I.(K), FIHA, FAsCC, Head of Pulse Day Task Force dalam sambutannya.

Dokter Dicky yang juga menjabat sebagai Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS) dalam sambutannya mengatakan pesan utama Pulse Day 2026 ini menekankan pentingnya mengenali irama jantung sendiri melalui gerakan MENARI tersebut.

Kesadaran terhadap irama jantung bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga bagian dari kepedulian setiap individu terhadap kualitas hidupnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |