jpnn.com, JAKARTA - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) di seluruh terminal.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idulfitri.
“Sekaligus mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama periode mudik,” ungkap Pramestie dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/3).
Menurut Pramestie, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis, khususnya di segmen domestik yang menunjukkan eskalasi signifikan pada minggu ketiga Ramadan.
Sebagai contoh, di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas tercatat mencapai sekitar 37,5% dibandingkan minggu sebelumnya, didorong oleh peningkatan throughput dan frekuensi kunjungan kapal (vessel call), yang turut memengaruhi tingkat Yard Occupancy Ratio (YOR).
Dia menyebut peningkatan arus peti kemas ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi dan responsif.
"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengaturan pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal selama 24/7, dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel operasional di seluruh lini," ujar Pramestie.
Selain itu, optimalisasi layanan gate pass, pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai buffer bagi Lini 1, kerja sama dengan beberapa depo petikemas pendukung di sekitar Tanjung Priok serta penguatan fungsi traffic management dan safety control melalui penempatan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.



















































