bali.jpnn.com, JEMBRANA - Pemkab Jembrana resmi menguji coba sistem tol gate digital (retribusi digital) untuk retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk, Selasa (17/2/2026) kemarin.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pembayaran nontunai yang transparan dan bebas dari potensi kebocoran.
Dengan menggandeng PT Bank BPD Bali, Pemkab Jembrana beralih dari pemungutan manual ke sistem digital guna memastikan setiap rupiah retribusi tercatat secara real-time dan masuk langsung ke kas daerah.
Sekda Jembrana I Made Budiasa menegaskan bahwa fokus utama dari transformasi ini adalah penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih.
"Tujuan utama digitalisasi ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan terintegrasi.
Dengan sistem yang akuntabel, kami bisa memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat Jembrana," ujar Sekda I Made Budiasa dilansir dari laman Pemkab Jembrana.
Sebagai pintu masuk utama logistik dan penumpang ke Pulau Bali, Terminal Gilimanuk memiliki potensi penerimaan daerah yang sangat besar.
Sistem tolgate otomatis meminimalkan interaksi tunai antara petugas dan pengguna jasa, sehingga menutup celah pungutan liar atau kesalahan pencatatan.

















































