jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) siap menerapkan instrumen baru untuk memperkuat nilai tukar Rupiah yang tengah diguncang ketidakpastian global.
Bank sentral akan mengimplementasikan transaksi repo dalam valuta asing (valas) mulai Senin (30/3).
Langkah ini diungkapkan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea.
Erwin menjelaskan transaksi ini menggunakan agunan (underlying), berupa Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI).
Strategi tersebut dirancang sebagai kebijakan yang ramah pasar (pro-market).
Tujuannya, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA) agar transmisi kebijakan moneter berjalan lebih efektif.
"Dalam pelaksanaannya, transaksi repo valas ini dapat diikuti oleh dealer utama (primary dealer) PUVA," kata Erwin dalam keterangan resmi.
Penerapan instrumen tersebut menjadi napas baru bagi perbankan nasional.




















































