jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan jenis pelatihan yang diselenggarakan telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang saat ini masih membutuhkan tenaga kerja terampil.
“Pelatihan ini lebih ke arah kebutuhan export-import dan K3 Umum. Kalau K3 Umum memang dibutuhkan, biasanya kalau ke perusahaan-perusahaan salah satu syaratnya adalah K3 Umum,” ujar Hebi, Rabu (4/3).
Menurutnya, pelatihan yang dibuka merupakan bidang dengan tingkat serapan tenaga kerja yang relatif tinggi.
Karena itu, Disperinaker Surabaya secara rutin menyelenggarakan pelatihan serupa setiap tahun agar peluang kerja bagi warga Surabaya semakin terbuka.
“Makanya jenis-jenis pelatihan yang serapannya tinggi tetap kita adakan untuk warga Kota Surabaya, terutama adik-adik yang sedang mencari kerja,” jelasnya.
Hebi menambahkan seluruh pelatihan akan dilaksanakan secara terstruktur dan mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan.
Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori di kelas, tetapi juga dilengkapi praktik kerja sesuai standar kompetensi.
“Kalau metode pasti sesuai kurikulum. Ada ketentuannya, ada sarana dan prasarananya, itu semua kelas,” paparnya.



















































