jateng.jpnn.com, CILACAP - Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari kedelapan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii turun langsung ke lokasi pada Kamis (20/11), memastikan seluruh strategi penyisiran berjalan tanpa kendur.
Syafii tiba di area terdampak yang membentang lebih dari 12 hektare, tempat material setebal berlapis-lapis itu mengubur dua Dusun Tarukahan dan Cibuyut, pada Kamis malam, 13 November.
Hujan masih sering turun, tanah masih bergerak, dan bau lembap dari lumpur tebal terasa menyeruak di antara tenda-tenda operasi.
“Sudah hari kedelapan, tetapi kami tidak menurunkan intensitas. Selama waktu operasi masih ada dan peluang ditemukan korban masih terbuka, kami lanjut,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Sejak hari pertama, ratusan personel SAR gabungan bekerja bergantian, bahkan sempat menembus lebih dari 1.000 orang.
Mereka membawa alat berat, drone pemetaan, K9, dan perangkat evakuasi medis.
Namun, medan Cibeunying bukan medan yang mudah. Struktur tanah labil membuat alat berat tak bisa sembarang masuk. Beberapa titik hanya bisa digarap manual karena rawan longsor susulan.



















































