Kabur Jadi Pelarian Sementara Kelompok Penerbang Roket

2 hours ago 18

Kabur Jadi Pelarian Sementara Kelompok Penerbang Roket

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kelompok Penerbang Roket di kawasan MRT Dukuh Atas, Jakarta pada Kamis (18/9). Foto: Dedi Yondra / JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Grup musik, Kelompok Penerbang Roket (KPR) meluncurkan single terbaru yang berjudul Kabur.

Lagu tersebut hadir sebagai bentuk pelarian sementara dari riuh isi kepala, sekaligus menjadi rilisan lanjutan band beranggotakan J. P. Patton (Coki), Rey Marshall dan Viki Vikranta itu setelah melepas lagu Tigor.

Kabur dari Kelompok Penerbang Roket bercerita tentang pengalaman personal Viki yang ingin menjauh sejenak dari
kebisingan pikiran.

Lagu itu lahir dari pengamatan akan kondisi dunia yang terasa sedang tidak baik-baik saja saat keinginan untuk hidup sederhana dan bahagia kerap berbenturan dengan berbagai hal yang datang silih berganti, memunculkan
dorongan untuk pergi, atau sekadar menghilang sebentar.

Secara musikal, Kabur tetap berpijak pada rock khas Kelompok Penerbang Roket yang keras dan tanpa basa-basi.

Ide lagu muncul spontan di kepala Viki, dipicu oleh rasa sesak melihat keadaan sekitar. Kabur tidak dimaksudkan sebagai solusi, melainkan sebagai ruang singgah tempat bernapas ketika kepala terasa terlalu berisik.

Lagu tersebut digarap oleh Viki di PLP Studio, dengan tambahan sentuhan dari Coki dan Rey. Sebagai penulis lagu dan produser, Viki dikenal memiliki warna penulisan yang kuat dan personal. Meski begitu, setiap karyanya tetap menyatu dengan identitas Kelompok Penerbang Roket.

Dalam perjalanan musik, peran Viki sebagai songwriter dan produser menjadi bagian penting dari Kelompok Penerbang Roket. Mayoritas lagu KPR diproduseri oleh Viki, dan karyanya hampir selalu hadir di setiap fase perjalanan band.

Grup musik, Kelompok Penerbang Roket (KPR) meluncurkan single terbaru yang berjudul Kabur.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |