jpnn.com - BEKASI - Puncak arus mudik Lebaran disebut-sebut terjadi pada Rabu (18/3) kemarin. Namun, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan peringatan dini bahwa pergerakan masyarakat keluar Jakarta masih belum usai.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan meski ribuan kendaraan sudah memadati jalur tol, ternyata masih ada kepadatan yang harus diantisipasi oleh petugas di sisa waktu menuju Hari Kemenangan.
"Kalau dilihat dari persentasenya, masih ada sisa sekitar 51 persen atau 50 persen lebih masyarakat yang belum melakukan perjalanan mudik. Ini yang akan terus kami kelola secara ketat pada 19 dan 20 Maret nanti," kata Irjen Agus kepada awak media di Command Center Korlantas Polri di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (19/3) dinihari.
Jenderal bintang dua ini menjelaskan bahwa hingga saat ini, baru sekitar 42 persen kendaraan yang tercatat resmi meninggalkan area Jabodetabek.
Angka ini menunjukkan bahwa potensi kepadatan susulan masih sangat tinggi, mengingat separuh lebih pemudik diprediksi baru akan bergerak mendekati hari H Lebaran.
Terkait kebijakan rekayasa lalu lintas yang menjadi sorotan, Irjen Agus memastikan bahwa nasib sistem One Way Nasional dari Jakarta hingga KM 414 Kalikangkung, Jawa Tengah, berada di tangan data volume kendaraan.
Polisi tidak akan terburu-buru mencabut kebijakan tersebut jika kondisi jalanan masih memerah.
"Skenario puncak memang terjadi di tanggal 18 kemarin. Namun, dengan adanya sisa sekian puluh persen warga yang masih di Jakarta, kami akan terus melihat situasi besok. Jika volume masih tinggi, One Way Nasional sampai KM 414 Jawa Tengah akan kami lanjutkan. Sifatnya situasional," cetusnya.























.jpeg)




























