jpnn.com, JAKARTA - Nama Kanye West alias Ye kembali jadi bahan omongan panas. Kali ini, bukan soal musik atau fashion, tapi kabar yang menyebut dirinya bisa saja “ditolak” tampil di Prancis.
Isu ini mencuat setelah otoritas setempat dikabarkan mulai mempertimbangkan langkah hukum terkait rencana konser Ye di Marseille pada Juni mendatang.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, disebut tengah mengkaji kemungkinan pelarangan tersebut.
Langkah ini dikaitkan dengan kontroversi pernyataan antisemit yang sebelumnya sempat dilontarkan sang rapper.
Tidak hanya pemerintah pusat, Wali Kota Marseille Benoît Payan, juga terang-terangan menunjukkan penolakan.
Lewat media sosial, dia menegaskan kota Marseille bukan tempat bagi sosok yang dianggap menyebarkan kebencian.
Dia bahkan menyebut stadion kebanggaan kota, Stade Velodrome, sebagai simbol persatuan warga yang tidak pantas dikaitkan dengan kontroversi semacam itu.
Di sisi lain, aturan hukum di Prancis ternyata enggak sembarangan soal pembatalan konser.




















































