jpnn.com - Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI William Heinrich menawarkan konsep strategis “HIPMI 8%” sebagai kontribusi konkret dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Gagasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pukul 17.00 WIB di SCBD Jakarta Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap arah kebijakan ekonomi yang tengah dijalankan oleh Prabowo Subianto.
Dalam pemaparannya, William menegaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar wacana melainkan kebutuhan fundamental agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap.
Dia menilai momentum bonus demografi harus dimanfaatkan melalui langkah-langkah strategis yang melibatkan seluruh elemen, termasuk pengusaha muda sebagai penggerak sektor riil.
Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal negara menjadi alasan kuat mengapa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Oleh karena itu, HIPMI harus mengambil peran lebih aktif sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Dia menekankan organisasi ini perlu bertransformasi menjadi kekuatan produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, bukan hanya bergantung pada proyek-proyek pemerintah.
William juga menyoroti persoalan efisiensi ekonomi nasional yang masih menjadi tantangan. Tingginya rasio ICOR menunjukkan bahwa penggunaan modal belum optimal.




















































