jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Kasus dugaan penggelapan 25 mobil rental di Sidoarjo hingga kini belum menemui titik terang. Laporan terhadap pemilik usaha rental Baby Brie berinisial MSA sudah berjalan lebih dari setahun, tetapi belum ada penetapan tersangka.
Korban pertama berinisial FC mengaku kecewa karena penyidikan di Polres Sidoarjo dinilai mandek.
“Kasus saya ini mandek. Sudah satu tahun lebih tidak ada perkembangan,” kata FC, Minggu (29/3).
FC menyebut total ada 25 mobil yang diduga digelapkan dengan tujuh orang pelapor. Dia melaporkan kasus tersebut setelah satu unit Mitsubishi Xpander miliknya tidak dikembalikan sejak September 2024.
“Yang hilang ada 25 mobil. Pelapornya ada tujuh orang. Saya pelapor pertama,” ujarnya.
Menurutnya, penyidik sudah melayangkan tiga kali surat panggilan kepada terlapor, namun tidak pernah dipenuhi.
“Katanya sudah ada panggilan ketiga, tetapi saya tidak pernah menerima salinannya. Terlapor juga tidak pernah hadir,” katanya.
FC mengaku sudah berulang kali menanyakan perkembangan kasus, tetapi tidak mendapat kepastian. Dia menjelaskan awalnya mobil dipinjam dengan alasan operasional antarusaha rental, yang merupakan praktik umum di bisnis tersebut.

















































