jpnn.com, BEKASI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, sementara proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta, Senin malam.
KAI menyampaikan telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.
KAI menyampaikan duka mendalam atas kejadian itu, karena situasi tersebut membawa kesedihan bagi pelanggan serta keluarga yang menanti kabar.
Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada evakuasi dan penanganan korban dengan prioritas utama keselamatan dan kondisi setiap penumpang.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.















.jpeg)





































