jpnn.com, KEDIRI - Kompleks Puhsarang di kaki Gunung Wilis, Kabupaten Kediri, kembali menjadi sorotan sebagai salah satu destinasi ziarah Katolik yang sarat nilai budaya Jawa.
Berada di tengah kawasan pepohonan yang teduh, lokasi ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pertemuan antara alam, spiritualitas, dan tradisi lokal.
Terletak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Kediri, Puhsarang dikenal dengan arsitektur batu yang khas dan suasana hening yang menyambut setiap peziarah.
Kompleks ini menjadi simbol inkulturasi budaya Jawa, yang terlihat dari elemen punden berundak, batu bata merah, dan sentuhan arsitektur Majapahit. Keunikan tersebut menghadirkan pengalaman ziarah yang menyatukan manusia dengan alam.
Plaza Santa Maria menjadi titik keramaian bagi peziarah. Area yang luas dan teduh ini menjadi tempat umat berdoa sembari menikmati ketenangan alam sekitar.
Patung Bunda Maria yang berdiri di tengah plaza menjadi pusat perhatian dan dianggap menghadirkan suasana kontemplatif bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Tradisi spiritual Jawa masih terasa kuat di kawasan ini. Nilai-nilai seperti andhap asor dan eling lan waspada terus hidup dalam praktik ibadah umat. Sejumlah peziarah mengaku menemukan ketenangan yang jarang mereka rasakan dalam kehidupan modern.
“Yang datang dengan niat bersih akan pulang dengan hati baru,” ujar Monica, pengunjung asal Surabaya.






















































