kalsel.jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengevakuasi sekitar 100 satwa liar dari enam lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan dari 100 satwa yang telah dievakuasi itu, delapan satwa dinyatakan mati.
"Ada delapan satwa dari 100 itu kondisinya mati. Itu ada ular, biawak, kura-kura, termasuk kemarin ada satu ekor orang utan," kata Ristianto saat jumpa pers di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa.
Adapun, delapan satwa liar tersebut mati karena berbagai faktor, salah satunya menghirup asap terlalu banyak.
Dia melanjutkan satwa yang masih hidup saat ini sudah dibawa ke tempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan asap karhutla. Bahkan, kata dia, beberapa satwa sudah ada yang dilepasliarkan ke beberapa tempat.
"Ada tujuh orang utan kami sudah lepaskan di Kalimantan Barat," kata Ristianto.
Kendati sudah mengevakuasi banyak satwa, dia meyakini hingga saat ini masih ada satwa-satwa liar yang berada di sekitar lokasi karhutla.
Karena itu, dia meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan satwa liar yang harus diselamatkan dari lokasi karhutla.



















































