jpnn.com, JAKARTA - Eskalasi ketegangan di kawasan perkebunan kopi Java Coffee Estate (JCE) kembali pecah dan kini berubah menjadi aksi kriminalitas murni.
Manajer Kebun KSO JCE Hastudy Yunarko mengungkapkan bangunan yang menjadi sasaran amuk massa sebenarnya merupakan bangunan ganda yang difungsikan sebagai Rumah Dinas Mandor Besar (1 unit) dan Posyandu (1 unit).
Bangunan ini berseberangan langsung dengan puing-puing Rumah Dinas Asisten Afdeling yang sebelumnya juga telah dibakar massa pada Mei 2025 lalu. Karena alasan keselamatan dan situasi yang kian tidak kondusif, manajemen JCE telah mengosongkan rumah dinas tersebut sejak November 2025.
Hastudy mengaku kecewa karena peristiwa itu sudah melewati batas toleransi konflik agraria dan murni masuk ke ranah pidana.
"Ini sudah sangat memprihatinkan. Yang dihancurkan dan dijarah massa bukan cuma aset negara berupa rumah dinas, tetapi fasilitas Posyandu tempat masyarakat memeriksakan kesehatan anak-anak mereka. Kerugian material dari insiden semalam saja mencapai Rp 280 juta," ujar Hastudy di Jakarta, Kamis (2/4).
Menurutnya, pembiaran dari aparat penegak hukum setempat membuat para pelaku makin berani.
"Ini jelas perampokan aset negara secara terstruktur. Kami sangat memohon bantuan Kepolisian agar segera turun tangan memproses ataupun menangkap nama-nama yang sudah kami laporkan. Jika dibiarkan, besok apa lagi yang akan mereka hancurkan?" tambahnya.
Pemaparan Bukti Kerugian



















































