Keterlambatan Penanganan Stroke Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit

2 hours ago 33

Keterlambatan Penanganan Stroke Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar di Indonesia mendorong sistem rujukan berdasarkan kemampuan fasilitas kesehatan, investasi yang lebih besar pada tim terlatih untuk menangani stroke. Foto: narasumber

jpnn.com, JAKARTA - Keterlambatan yang terjadi dalam sistem layanan kesehatan sebelum pasien mendapatkan penanganan medis masih menjadi hambatan terbesar untuk layanan stroke di Indonesia.

Temuan ini terungkap dalam laporan terbaru Strengthening Stroke System Readiness Across ASEAN yang diluncurkan Siemens Healthineers dalam ajang Hospital Management Asia 2026 di Bangkok, Thailand.

Laporan tersebut merangkum pandangan dari tujuh pakar kesehatan terkemuka asal Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Salah satunya, Dr. dr. Affan Priyambodo, Sp. BS (K), Subsp. N-Vas, Direktur Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Menurut para pakar, kendala utama dalam penanganan stroke di Indonesia lebih banyak berkaitan dengan sistem layanan medis ketimbang aspek klinis. Banyak waktu yang terbuang dalam proses rujukan antar-rumah sakit dan pengurusan asuransi sebelum pasien mendapatkan penanganan medis.

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di kawasan Asia Tenggara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kawasan Asia Tenggara menyumbang lebih dari 40% kasus kematian akibat stroke di dunia dan menanggung hampir setengah dari total beban stroke di negara-negara berkembang. Sekitar sepertiga penyintas stroke mengalami disabilitas berat dalam jangka panjang. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian utama.

Beban penyakit ini makin besar seiring bertambahnya penduduk lanjut usia, sementara akses terhadap layanan spesialis masih belum merata antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

"Setiap sistem layanan kesehatan di Asia Tenggara berada pada tahap yang berbeda-beda dalam pengembangan layanan stroke. Namun, banyak tantangan yang dihadapi sebenarnya sama," ujar Fabrice Leguet, Managing Director, ASEAN, dan Head of Enterprise Services, Asia Pasifik & Jepang, Siemens Healthineers.

Presiden Direktur Siemens Healthineers di Indonesia Alfred Fahringer mengatakan di Indonesia tantangannya adalah memastikan jenis stroke yang dialami pasien dapat diketahui secara tepat dan cepat.

Laporan terbaru mengungkap sebagian besar keterlambatan penanganan stroke terjadi sebelum pasien tiba di rumah sakit.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |