jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aparat kepolisian mulai melakukan pemeriksaan sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga membuat ratusan santri dan siswa di Sidoarjo, mengalami keracunan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri telah mengambil sampel MBG yang diduga sebagai penyebab keracunan.
"Benar, berdasarkan informasi, telah ada Tim Labfor Polri melakukan pemeriksaan terkait peristiwa dugaan keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo pada 1 September 2026,” kata Jules saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).
Jules menyebut pengujian sampel makanan itu merupakan proses ilmiah untuk mengungkap penyebab sebenarnya, ratusan pelajar mengalami keracunan setelah menyantapnya.
"Pemeriksaan Labfor tersebut merupakan bagian dari proses untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kejadian tersebut," ucapnya.
Saat ini, Jules masih menunggu hasil resmi dari pemeriksaan Labfor tersebut keluar. Di sisi lain, dia juga tengah memantau perkembangan pendalaman kasus dari Polresta Sidoarjo.
"Terkait hasilnya, tentu kita menunggu proses pemeriksaan Labfor dan perkembangan penanganan lebih lanjut dari Polresta Sidoarjo," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat jumlah korban dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, menjadi 664 orang.



















































