jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyebut pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyikapi banyaknya kasus keracunan penerima manfaat.
Charles mengatakan hal itu setelah ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur diduga keracunan setelah mengonsumsi paket MBG, Selasa (1/9).
"Setelah lebih dari satu tahun berjalan dan kasus keracunan masih terus berulang, pemerintah harus melakukan perubahan fundamental," kata dia kepada awak media, Kamis (3/9).
Charles mengatakan data yang dia terima dari Kemenkes menyatakan 50 ribu orang menjadi korban kasus karacunan MBG setelah setahun pelaksanaan program.
"Mau sampai kapan terus seperti ini," ujarnya.
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu mengaku sudah menyampaikan berulang kali bahwa persoalan utama MBG ada di model pelaksanaan.
Menurutnya, risiko keracunan akan terus berulang selama pelaksanaan MBG masih mengandalkan dapur SPPG yang tersentralisasi untuk memasak dan mendistribusikan makanan dalam jumlah besar ke banyak titik.
Menurut dia, persoalan keracunan bakal berkutat di persoalan sederhana, yakni makanan matang memiliki batas waktu aman sebelum dikonsumsi.






















































