jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyebut rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105 ribu pikap tak bermanfaat bagi ekonomi Indonesia.
"Rencana mengimpor 105.000 mobil niaga tersebut malah merugikan perekonomian nasional," kata Said Abdullah melalui layanan pesan, Rabu (25/2).
Diketahui, PT Agrinas sebelumnya berencana mengimpor 105 ribu mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut Said, perhitungan Celios yang dimuat di berbagai media menyebutkan potensi kerugian atas rencana impor mobil menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 39,29 triliun.
Termasuk, kata dia, rencana impor menurunkan pendapatan masyarakat Rp 39 triliun, memangkas surplus industri otomotif hingga Rp 21,67 triliun.
"Mengurangi pendapatan tenaga kerja seluruh rantai pasok industri otomotif hingga Rp 17,39 triliun, menekan penerimaan pajak bersih hingga Rp 240 miliar," ujar Said.
Menurutnya, aksi korporasi berupa pengadaan 105 ribu pikap memakai dana APBN ini perlu dipikirkan ulang.
Said mempertanyakan langkah PT Agrinas yang tak ada komunikasi dengan pabrikan dalam negeri, semisal dengan Gaikindo dalam mengimpor 105 ribu pikap.




















































