jatim.jpnn.com, JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim meminta KH Miftachul Akhyar tidak maju lagi sebagai calon Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35.
Kiai Asep mengaku dekat dengan Kiai Miftach ketika menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Surabaya, 1995 silam. Ketika itu, dia mengajak untuk ikut masuk dalam struktur organisasi.
“Atas nama orang yang pernah baik dan pernah mengajak beliau masuk ke NU, tentu saya merasa kasihan kepada beliau,” kata Kiai Asep di Jombang, Jumat (28/8).
“Saya minta beliau untuk mundur dan jangan mencalonkan sebagai Rais Aam. Karena menurut saya beliau tidak punya kapasitas untuk itu,” imbuh dia.
Selain itu, Kiai Asep menyinggung ada yang mengejek Kiai Miftach apabila maju lagi sebagai Rais Aam. Dia merasa tindakan tersebut bisa memberikan tekanan mental ke pihak keluarga.
“Kalau beliau tidak jadi Rais Aam maka pengolok-olokan itu akan berhenti, tidak ada. Andaikan ada, jabatannya bukan Rais Aam, bayangkan top figure-nya NU diolok-olok,” ujarnya.
Di sisi lain, Kiai Asep memberikan nama lainnya, Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso KH Nurul Huda Jazuli. Menurutnya, sosok itu memiliki karakter yang dibutuhkan untuk memimpin Syuriyah PBNU.
“NU perlu kembali diagungkan dan dibesarkan muruahnya, untuk itu harus di-handle oleh orang yang teduh, berakhlakul karimah. beliau itu adalah Kiai Nurul Huda Djazuli,” jelasnya.



















































