jpnn.com - JAKARTA - Jumlah korban akibat kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) bertambah.
Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang pada Selasa (28/4), pukul 06.30 WIB.
Selain korban meninggal, kata Bobby, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta.
“Meninggal dunia itu tujuh orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar tiga orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip melalui tayangan video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa (28/4) pagi.
Dia menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban. “Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kami laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya.
Bobby menambahkan seluruh rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi, semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” katanya.















.jpeg)





































