jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Ancaman kekeringan di wilayah Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, kembali memicu krisis air bersih bagi warga. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul kembali melakukan aksi dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar ratusan warga di Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Rabu (1/7).
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengungkapkan bahwa pada distribusi tahap kedua ini, pihaknya menyalurkan total 40.000 liter air bersih.
Proses distribusi dilakukan sejak pukul 07.30 hingga 13.00 WIB dengan mengerahkan satu armada truk tangki yang melakukan delapan kali ritasi untuk dua RT di wilayah tersebut.
"Kondisi di lokasi memang ada layanan PDAM, tetapi distribusinya masih harus bergilir satu minggu sekali. Warga masih membutuhkan pasokan tambahan sehingga kami kembali melakukan dropping hari ini untuk melayani kebutuhan 239 jiwa," ujar Purwono.
Wilayah Kapanewon Rongkop memang menjadi salah satu zona rawan kekeringan yang rutin terjadi hampir setiap tahun.
Kondisi geografis yang didominasi oleh kawasan karst (kapur) membuat wilayah ini sangat minim sumber air permukaan.
Selama musim penghujan, warga biasanya mengandalkan tandon penampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, saat musim kemarau panjang tiba, cadangan air di tandon milik warga mulai menipis dan habis sehingga bantuan air bersih menjadi tumpuan utama.


















































