jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan per kuartal I/2026 ditopang berbagai langkah transformasi, inovasi, serta dukungan solid Pemerintah untuk industri pembiayaan perumahan nasional.
BTN juga terus menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp530 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari keberpihakan Pemerintah kepada rakyat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah 4 orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni. Kami berterimakasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Nixon dalam paparan kinerja kuartal I/2026 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4).
"Bagi BTN, hal ini bukan hanya memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan dan sesuai prinsip GCG (good corporate governance), tetapi juga menjadi pendorong kami untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah terutama dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat," imbuhnya.
Nixon melanjutkan, keberpihakan pada perumahan memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional.
Dia merinci, sektor perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang.
Kemudian, untuk membangun rumah, 90% bahan bakunya berasal dari produk lokal. Selain itu, dari setiap rumah yang terjual, ada pendapatan negara berupa pajak.




















































