jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik senior Boni Hargens mengapresiasi langkah proaktif Polri dalam menangani kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Dia mengatakan pihak kepolisian sudah bertindak cepat, transparan, dan terukur dalam mengungkap pelaku serta dalang di balik serangan tersebut.
"Terbaru, polisi telah merilis wajah terduga pelaku atau eksekutor kasus ini dan TNI sudah menangkap empat anggotanya yang diduga pelaku kasus ini," ujar Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Selanjutnya, kata dia, Kepolisian dan TNI akan berkoordinasi dalam pengusutan para pelaku dalam kasus penyiraman air keras pada Andrie.
Selain itu, Boni berpendapat posko bentukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait pengaduan khusus dan kesaksian kasus penyiraman air keras merupakan terobosan yang baik.
Bahkan, menurutnya, keberadaan posko pengaduan tersebut telah membantu polisi melakukan penyelidikan atas kasus Andrie secara lebih cepat dan efisien lantaran telah menjadi jembatan langsung antara warga dan institusi kepolisian.
"Informasi dari masyarakat dapat menjadi petunjuk berharga bagi penyelidik dalam menelusuri jejak pelaku dan membangun konstruksi perkara secara komprehensif dan akuntabel," ucap dia.
Tak hanya itu, dia menuturkan pembentukan posko sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Polri berkomitmen untuk menjalankan proses hukum secara terbuka, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi dilibatkan sebagai mitra aktif dalam penegakan hukum, sebuah praktik yang mencerminkan prinsip policing modern.




















































