bali.jpnn.com, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi rob atau banjir pesisir di sejumlah wilayah Bali, yang diprakirakan terjadi pada 2-9 Maret 2026.
Berdasarkan analisis BMKG, potensi banjir pesisir itu disebabkan fenomena fase perigee atau Bulan Purnama pada 3 Maret.
Kondisi itu berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di lima wilayah pesisir.
Berdasarkan pantauan data level air dan prediksi pasang surut, lima wilayah pesisir itu, yakni pesisir selatan Tabanan, Klungkung, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.
Namun, BBMKG Denpasar tidak memberikan detail prakiraan ketinggian air laut maksimum di setiap wilayah kabupaten /kota di Bali dari potensi banjir pesisir itu.
Adapun aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak, yakni bongkar muat di pelabuhan, aktivitas permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak di sekitar pelabuhan dan pesisir,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Cahyo Nugroho dilansir dari Antara.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga,” imbuh Cahyo Nugroho.

















































