jpnn.com, JAKARTA - LIXIL, perusahaan global pelopor solusi air dan hunian berkelanjutan menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026.
Dengan kualitas penilaian yang objektif bertaraf internasional, LADC 2026 mempertegas legitimasi melalui keterlibatan jajaran panel juri prestisius lintas negara, seperti Andra Matin (Founder, AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder, Yolodi+Maria Architects), hingga Richard Wood (Managing Partner Asia, Snøhetta); para figur kunci yang mendefinisikan arah industri saat ini.
Para pemenang akan memperoleh kesempatan Studio Exchange di firma internasional Snøhetta untuk mempelajari langsung praktik arsitektur kelas dunia, serta mengikuti LIXIL Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, sebuah perjalanan imersif untuk menyerap inspirasi desain dan memperluas wawasan.
Selain itu, ajang ini juga menjanjikan eksposur publikasi luas melalui berbagai kanal komunikasi LIXIL dan mitra media sebagai pengakuan atas keunggulan desain.
LADC 2026 mengangkat tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”.
Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda tanah air, untuk mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif.
LADC bukan sekadar kompetisi yang berorientasi pada hasil akhir, program ini hadir sebagai platform untuk memperluas ruang dialog dan membuka akses eksplorasi ide.
LADC bertujuan menetapkan standar baru, mendorong cara pandang arsitek dalam berpikir, mendesain, serta mewujudkan ruang hidup yang lebih baik.






















































