jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 703 wisudawan mengikuti Wisuda ke-83 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (21/5). Jumlah itu menjadi capaian tersendiri bagi kampus, pasalnya pelaksanaan wisuda pada Mei biasanya hanya diikuti sekitar 500 lulusan.
Rektor UPGRIS Sri Suciati mengatakan ratusan lulusan tersebut dibekali berbagai kompetensi untuk menghadapi dunia kerja.
“Alhamdulillah, kami mewisuda 703 wisudawan. Ini luar biasa, karena biasanya pada Mei hanya sekitar 500-an, sekarang mencapai 703,” kata Suciati di sela wisuda di Balairung UPGRIS.
Dari total wisudawan, sebanyak 245 mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tanpa skripsi melalui karya ilmiah. Selain itu, 279 wisudawan lulus dengan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menurut Suciati, hal tersebut menjadi bentuk kepedulian kampus agar lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
“Mereka yang mendapatkan sertifikat BNSP berarti memiliki kompetensi sesuai keunggulan masing-masing. Kemudian yang lulus melalui karya tulis ilmiah juga terus meningkat setiap tahun. Ini menunjukkan lulusan UPGRIS dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan tepat waktu,” ujarnya.
Dia menegaskan wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Karena itu, para lulusan diminta tetap menjadi pembelajar sepanjang hayat.
“Setelah menjadi sarjana, mereka tidak boleh berhenti belajar. Tetap menjadi pembelajar sejati agar mampu memaknai hidup dengan baik,” tuturnya.



















































