jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa tetap akan bergulir selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian ini diambil agar pemenuhan gizi anak sekolah di wilayah tersebut tetap terjaga meski dalam suasana bulan puasa.
Keputusan tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program Makan Bergizi Gratis pada Bulan Ramadan dan Idulfitri.
Mengingat mayoritas siswa menjalani ibadah puasa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati menjelaskan bahwa akan ada penyesuaian format penyajian.
Siswa akan mendapatkan menu kering, bukan makanan berkuah. Makanan tetap dikirim ke sekolah, tetapi dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa atau sahur.
Nunuk mengatakan distribusi selama Ramadan akan dimulai pada 23 Februari 2026.
"Anak-anak masuk sekolah sehingga nanti MBG dikirim ke sekolah. Untuk jenis menu keringnya seperti apa, kami masih berkoordinasi, tetapi yang jelas untuk dibawa pulang," ujar Nunuk, Kamis (19/2).
Meski disajikan dalam bentuk menu kering, Nunuk menekankan bahwa kualitas makanan tidak akan diturunkan. Pihak sekolah telah memberikan masukan agar penyedia makanan tetap memperhatikan keberagaman menu.
"Kami minta menu bervariasi tetapi tetap memperhatikan nilai gizi. Ini penting agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan makanan yang disajikan," tambahnya.
















































