jpnn.com, JAKARTA - Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah, tetapi juga memberikan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.
Adha Sidik Hidayat, juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarwangunan 1 Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon mengakui program tersebut mampu menyerap tenaga kerja dengan pendapatan layak.
"Jadi dilihat dari sukarelawan sendiri yang asalnya menganggur sudah pasti mendapat pekerjaan yang layak. Ada beberapa orang tua tunggal dan sangat terbantu untuk menafkahi anaknya," ungkap Adha dalam keterangannya yang diterima oleh media pada Minggu (29/3).
Sebagai sukarelawan SPPG, dia sendiri mengaku menerima pendapatan diatas UMR Kabupaten Cirebon setiap bulannya.
"Patokan dari BGN untuk sukarelawan itu Rp 100-200 ribu/hari. Untuk chef rata-rata Rp 200 ribu per hari. Tinggal dikalikan jumlah hari kerja. Ini cukup layak karena UMK di Cirebon hampir Rp 3 juta, jadi sudah melebihi UMK Cirebon," jelas Chef yang sudah bekerja sejak Juni 2025 ini.
Sebagaimana diketahui, setiap SPPG memiliki 47 relawan, terdiri dari divisi persiapan, divisi masak, divisi pemorsian, cuci ompreng, driver, OB dan security. Lalu ditambah 3 orang dari SPPG, yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan.
Menurut Adha, keseluruhan pekerja itu berasal dari warga lokal. Hal itu karena BGN mewajibkan rekrutmen pekerja harus dari warga sekitar.
"Memang diwajibkan oleh BGN bahwa yang bekerja di SPPG tersebut wajib warlok (warga lokal)," jelasnya.




















































