jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan Hari Ibu di Ballroom Jayakarta, Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis (18/12). Acara bertajuk "Merawat Pertiwi: Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh" menjadi ajang penghormatan bagi sejarah sekaligus perayaan ketangguhan perempuan masa kini.
Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Megawati memberikan apresiasi khusus kepada tiga perempuan veteran Indonesia, yaitu Sriatun, Sofiatun, dan Murtinah, atas dedikasi mereka dalam sejarah perjuangan bangsa. Tak hanya veteran, Megawati juga memberikan apresiasi kepada dua tokoh inspiratif perempuan, yakni Mahariah, penjaga lingkungan dari Kepulauan Seribu, serta Maria Loretha, pejuang pangan asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketangguhan perempuan masa kini ditampilkan melalui fashion show unik yang melibatkan para pekerja dari berbagai lini profesi. Megawati yang didampingi oleh Bintang Puspayoga dan Rano Karno tampak antusias menyaksikan para model yang mengenakan pakaian kerja mereka, mulai dari seragam pemadam kebakaran, atribut pengemudi ojek online, hingga pakaian profesi petani, nelayan, dan pekerja kebersihan.
Kemeriahan berlanjut dengan kehadiran perwakilan dari berbagai bidang seperti Satpol PP, instruktur Transjakarta, hingga para profesional seperti bidan, guru, dokter, pengacara, reporter, dan influencer.
Ketua DPP Bidang Perempuan dan Anak PDI Perjuangan Bintang Puspayoga, menegaskan bahwa parade ini adalah misi edukasi.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan mampu mengisi berbagai lini profesi. Hari Ibu adalah tonggak sejarah perjuangan yang dimulai dari Kongres Perempuan Pertama tahun 1928, dan hari ini kita melihat hasilnya lewat perempuan-perempuan tangguh ini," ujar Bintang.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga meluncurkan dua buku strategis untuk memperkuat literasi perempuan, yaitu "Rahasia Rasa Nusantara" yang berisi kurasi olahan pangan lokal, serta "Pedoman Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput".
"Buku-buku ini dibuat tidak terlepas dari arahan Ibu Ketua Umum untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama perempuan di tingkat akar rumput, agar memiliki kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tantangan berbangsa dan bernegara," pungkas Bintang. (tan/jpnn)

















































