jatim.jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berharap polemik internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dapat menemukan penyelesaian terbaik.
“Kita harapkan yang terbaik (terkait PBNU),” ujar Menag Nasaruddin Umar di UIN Jakarta, Kamis (28/11).
Konflik di internal PBNU mencuat setelah Risalah Harian Syuriyah meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya dalam waktu 3x24 jam.
Tak lama berselang, terbit Surat Edaran (SE) Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan Yahya Cholil Staquf—atau Gus Yahya—tak lagi menjabat ketua umum sejak 26 November 2025.
Surat itu diteken Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Khatib PBNU Ahmad Tajul Mafakir. Dalam SE tersebut, Gus Yahya juga dinyatakan tak lagi memiliki kewenangan memakai atribut dan fasilitas ketua umum.
Selama jabatan ketua umum kosong, kepemimpinan PBNU berada di bawah Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi.
Menanggapi polemik ini, Gus Yahya meminta persoalan diselesaikan melalui Muktamar NU agar keutuhan organisasi tetap terjaga.
“Mari kita selesaikan dengan lebih terhormat. Apapun masalahnya, kalau masih ada yang tidak terselesaikan, mari kita selesaikan melalui Muktamar sehingga keutuhan organisasi terjaga, integritas organisasi tidak ternodai,” ujarnya.



















































