jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meluncurkan 24 prodi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ini merupakan bagian dari capaian program akselerasi PPDS yang diamanahkan Presiden RI, Jumat (13/2).
Pembukaan prodi PPDS perdana di PTMA ini berhasil dicapai oleh 7 PTMA, yaitu: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan 12 program, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tiga program, dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) empat program.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Univeristas Muhammadiyah Surakarta (UMS), serta Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing membuka satu program, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka dua program spesialis.
Mendiktisaintek menekankan pentingnya menjaga orientasi utama pendidikan PPDS sebagai ladang pengabdian untuk menghasilkan dokter yang berkualitas dan memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat, bukan sebagai ruang komersialisasi.
“Kualitas harus dipertahankan dan ditingkatkan, jangan menjadikan pendidikan PPDS ini komersialisasi," kata Menteri Brian, Sabtu (14/2).
Menyoroti fenomena banyaknya warga negara Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.
Dengan total belanja kesehatan mencapai Rp 160 triliun yang mengalir ke luar negeri setiap tahunnya, Mendiktisaintek berharap Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) dapat mengembangkan pusat unggulan (center of excellence) secara bertahap dan terfokus, sehingga mampu menjadi rujukan pasien dalam dan luar negeri.
Hal ini dapat diwujudkan melalui ekosistem kesehatan Muhammadiyah yang menyinergikan PTMA dan RSMA sesuai strategi Sistem Kesehatan Akademik.




















































