jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi kebakaran dahsyat di Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, yang meletus pada malam 26 November 2025.
Kebakaran ini yang telah merenggut nyawa setidaknya 128 jiwa dan melukai 79 orang lainnya serta menyisakan 270 orang hilang hingga kini, juga berdampak serius pada sejumlah Pekerja Migran Indonesia yang tinggal atau bekerja di kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI (KemenP2MI) memantau perkembangan situasi ini secara intensif, bekerja sama dengan otoritas Hong Kong untuk memastikan keselamatan dan hak-hak Pekerja Migran terlindungi.
Berdasarkan koordinasi terbaru dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hong Kong dan otoritas setempat, kebakaran yang diklasifikasikan sebagai kejadian darurat tingkat 5 alarm ini bermula dari percikan api di perancah bambu eksternal pada Wang Cheong House, bangunan paling timur kompleks tersebut, sekitar pukul 14:51 waktu setempat.
Api dengan cepat menyebar ke delapan menara bangunan berusia 41 tahun ini, diduga akibat penggunaan material mudah terbakar seperti papan polistirena pada renovasi dinding luar senilai sekitar HK$42,43 juta serta kondisi cuaca kering dengan peringatan api merah dari Hong Kong Observatory.
Lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan, dan api baru terkendali sepenuhnya setelah lebih dari 24 jam, dengan satu petugas pemadam Hong Kong, Ho Wai Ho (37 tahun), menjadi korban jiwa pertama di antara para pahlawan penyelamat.
Otoritas Hong Kong telah mengambil langkah tegas dengan menangkap tiga tersangka—dua direktur dan seorang konsultan dari perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas renovasi—atas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa, termasuk keterlambatan evakuasi dan penggunaan bahan bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Investigasi mendalam oleh pasukan khusus Hong Kong sedang berlangsung, termasuk pemeriksaan 16 inspeksi keselamatan sebelumnya oleh Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, di mana pengingat tertulis terakhir dikeluarkan pada 20 November 2025 terkait pencegahan kebakaran.






















































