jpnn.com, JAKARTA - Sebuah gerakan kolaboratif berskala nasional melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) Pengentasan Kemiskinan resmi diperkuat untuk menjembatani berbagai sektor demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Digagas oleh Forum Zakat (FOZ), Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), MSF hadir sebagai jawaban atas tantangan fragmentasi kelembagaan di Indonesia.
Sekretaris Umum FOZ, Udhi Tri Kurniawan mengatakan platform tersebut menyatukan aktor filantropi, pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengentaskan kemiskinan.
Menurutnya, skema transisi yang digagas oleh MSF bukanlah perkara yang mudah, namun menjadi keharusan di tengah kondisi sosial-ekonomi masyarakat saat ini.
“Tetapi harus dilakukan dan implementasikan. Dengan kondisi yang sekarang, maka permasalahan kemiskinan bukan hanya bahasan diskusi di atas kertas, tetapi juga penyelesaian yang konkret," tegas Udhi.
MSF sendiri menerapkan strategi co-creation (ko-kreasi) program yang berbasis pada temuan masalah di lapangan dan diselaraskan dengan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Oleh karena itu, Udhi menggarisbawahi kunci dari keberhasilan pengentasan kemiskinan ini terletak pada sejauh mana para pemangku kepentingan mampu menurunkan ego sektoral untuk menghasilkan dampak nyata.
"Butuh kolaborasi sehingga menghasilkan praktik baik sampai pada ruang engagement (keterlibatan aktif bersama masyarakat)," jelas Udhi menambahkan.









.jpeg)











































