jpnn.com - INI hari ke lima saya di Kanada: satu malam di Niagara, dua malam di Toronto, satu malam di Ottawa, dan satu malam di Montreal.
Ketika pegang kemudi kadang saya lupa: perasaan saya masih mengemudi di wilayah Amerika. Semua hampir sama: jalan-jalannya, kanan kirinya, dan jenis mobilnya.
Makanan pun masih sama: kadang di masakan Vietnam, kadang di makanan Barat, kadang di China Town. Hanya kali ini sesekali di sport bar agar bisa sambil tonton siaran langsung Piala Dunia.
Membayar apa pun pakai kartu kredit juga membuat tidak segera menyadari telah empat hari di Kanada: tidak perlu punya uang Kanada.
Soal pembayaran ini Anda bangga jadi orang Indonesia: Anda tidak perlu punya kartu kredit lagi. Cukup pakai uang digital.
Indonesia lebih maju daripada Kanada maupun Amerika. Bahkan pernah sekali makan malam di Toronto bayarnya harus pakai uang kontan. Restonya besar sekali. Penuh. Riuh. Bising.
Hampir di semua meja bicara keras dalam bahasa Kanton atau Mandarin. Ini memang resto masakan Kanton yang terbaik di Kanada. Apa boleh buat. Bayar lebih mahal -dikenakan bunga kartu kredit.
Bahwa di Kanada tetap serasa di Amerika itu karena ekonomi Kanada-Amerika sudah seperti bukan dua negara yang berbeda.

.jpeg)



















































