jpnn.com, ISTANBUL - Museum produsen kaca mewah Lalique di Prancis timur laut disatroni perampok pada Minggu pagi.
Harian Le Parisien melaporkan akibat perampokan itu kerugian hampir 4 juta euro (sekitar Rp82,2 miliar).
Menurut harian itu yang mengutip sumber dalam penyelidikan, sejumlah pelaku bertopeng membuka paksa pintu museum, kemudian menghancurkan enam rak pamer, dan membawa kabur 20 keping perhiasan kristal.
Museum tersebut akan ditutup selama beberapa hari ke depan untuk pemeriksaan kerusakan dan penguatan sistem keamanan.
"Gendarmeri sudah terlibat dan penyelidikan akan berlangsung sesuai proses mereka," demikian pernyataan Museum Lalique melalui media sosial X.
Wali kota Wingen-sur-Moder Christian Dorschner kepada harian lokal Dernieres Nouvelles d'Alsace menyebut para pelaku diperkirakan sudah memiliki informasi, karena mereka langsung mengincar koleksi perhiasan usai menjebol pintu museum.
Dia mengatakan meski sistem alarm museum berfungsi dengan baik, perusahaan pengamanan museum tidak segera melaporkan pencurian kepada pihak kepolisian.
Otoritas setempat kini mempelajari rekaman kamera pengawas, dengan penyelidikan kasus pencurian dilaksanakan di bawah tanggung jawab satuan reserse kriminal Gendarmeri Bas-Rhin.





















































