jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan kenaikan harga cabai keriting di ibu kota dipicu berkurangnya pasokan dari sejumlah daerah.
Pramono menyebut yang membuat pasokan berkurang adalah cuaca buruk dan curah hujan tinggi, sehingga berdampak pada harga di pasaran.
“Sekarang memang terjadi kenaikan cabai keriting, dan kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan,” kata Pramono dikutip Jumat (20/2)..
Pramono menjelaskan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan intervensi untuk menekan harga cabai keriting.
"Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang memberikan keuntungan Rp 5.000," katanya.
Pramono optimistis,dengan adanya intervensi harga itu bisa membuat inflasi di Jakarta terkendali.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menyampaikan tradisi meliburkan diri dari para petani saat menyambut Ramadan juga menjadi faktor kenaikan harga cabai..
Kemudian, penyebab lainnya adalah karena meningkatnya permintaan cabai pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dan faktor cuaca.




















































