jpnn.com - Konflik dualisme kepengurusan sepak takraw yang menahun akhirnya resmi berakhir. KONI dan KOI memastikan hanya ada satu kepengurusan yang sah, yakni PB PSTI yang dipimpin Surianto untuk periode 2025–2029.
Penyelesaian ini menjadi jawaban atas instruksi tegas Menpora Erick Thohir yang menargetkan seluruh dualisme cabang olahraga diselesaikan sebelum 2025 berakhir.
Sekjen KONI Tb Lukman Djajadikusuma menyebut proses ini bukanlah jalan instan. Sejak ada arahan dari Menpora, KONI intens berkoordinasi dengan KOI, pemerintah, hingga pengurus cabang olahraga untuk mencari titik temu.
"Kami tidak ingin konflik ini berlarut. Upaya sudah kami lakukan dan akhirnya selesai. SK pengukuhan PB PSTI juga sudah kami kirim kepada Pak Menpora," kata Lukman, Selasa (9/12/2025).
Dia menegaskan KONI tetap memfokuskan perhatian untuk menuntaskan sengketa cabor lain pada bulan terakhir 2025.
Sekjen KOI Wijaya Noeradi menambahkan pihaknya turut bergerak berdasarkan arahan Menpora Erick untuk menyatukan seluruh cabor yang masih terbelah.
Menurutnya, dualisme tak hanya menghambat organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada karier atlet.
"Kami telah menindaklanjuti semuanya. KOI resmi mengakui PB PSTI periode 2025–2029, dan laporan juga sudah kami kirim ke ISTAF," ujar Wijaya.






















































