jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan ‘Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai’ ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta selama 30 hari ke depan, atau hingga harga stabil.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule mengatakan langkah itu dilakukan untuk mengintervensi harga cabai kembali pada batas kewajaran yang ditetapkan pemerintah.
"Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya harga cabai khususnya rawit merah akibat lonjakan permintaan menjelang momentum konsumsi tinggi, sementara sebagian sentra mengalami jeda panen karena faktor cuaca dan hari libur," kata Taufiq Ratule dikutip Jumat (20/2).
Dia menegaskan secara umum ketersediaan cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan di berbagai sentra.
“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Oleh karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” ujarnya.
Taufiq menjelaskan intervensi ini dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim, serta dinas di daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pasokan tambahan didatangkan dari sentra produksi yang saat ini memasuki masa panen optimal salah satunya . Langkah itu dilakukan secara terukur berbasis neraca produksi nasional guna memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.
"Sentra utama komoditas itu meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan," jelas Taufiq.



















































