jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tercatat mengalami tujuh kali erupsi pada Jumat (20/2). Tinggi kolom letusan bervariasi antara 500 meter hingga 1 kilometer di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 00.14 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Liswanto dalam laporan tertulis di Lumajang.
Erupsi kedua terjadi pukul 00.24 WIB dengan tinggi kolom letusan kurang lebih 700 meter di atas puncak. Arah sebaran abu masih ke utara dengan intensitas sedang.
Selanjutnya, erupsi ketiga dan keempat terjadi berturut-turut pada pukul 05.18 WIB dan 05.23 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati. Saat laporan disusun, aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.56 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu terpantau mengarah ke utara.
"Kemudian pukul 05.48 WIB, Gunung Semeru erupsi kembali dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur," jelasnya.
Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak. Abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
















































