papua.jpnn.com, SORONG SELATAN - Tahun kedua kepemimpinan Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak dan Wakil Bupati Yohan Bodori merupakan momentum penting untuk menghadirkan kebijakan strategis yang berdampak jangka panjang.
DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sorong Selatan mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan segera diinisiasi sebagai bagian dari legacy atau warisan pemimpin daerah berdampak jangka panjang.
Ketua MPI DPD KNPI Kabupaten Sorong Selatan Vinsen Kocu menegaskan regulasi kepemudaan bukan sekadar program tambahan, tetapi fondasi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Setiap kepemimpinan akan dikenang dari kebijakan strategis yang ditinggalkan. Perda Kepemudaan berpotensi menjadi warisan kebijakan yang memperkuat posisi generasi muda sebagai subjek pembangunan. Ini adalah momentum emas di tahun kedua pemerintahan,” ujar Vinsen Kocu.
Menurutnya, sebagai bagian dari Provinsi Papua Barat Daya yang sedang membangun fondasi tata kelola pemerintahan, Sorong Selatan memiliki peluang untuk tampil sebagai pelopor regulasi kepemudaan yang komprehensif dan implementatif.
Perda Kepemudaan akan menjadi instrumen untuk memastikan pembinaan, pemberdayaan, serta penganggaran program kepemudaan berjalan terarah dan berkelanjutan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda, kepemimpinan lokal, dan partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan kampung dan distrik.
“Kami percaya, dengan kolaborasi yang baik antara eksekutif, legislatif, dan unsur kepemudaan, Sorong Selatan dapat mencatat sejarah sebagai daerah pelopor kebijakan kepemudaan di Papua Barat Daya. Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi tentang arah masa depan daerah,” tegasnya.
KNPI menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat dalam penyusunan naskah akademik dan pembahasan Raperda secara partisipatif demi menghasilkan regulasi yang aspiratif dan berdaya guna.(fri/jpnn)
















































