jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSS Sleman harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Tornado FC dalam laga lanjutan pekan ke-22 Grup B Pegadaian Championship yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu malam (29/3). Hasil ini membuat persaingan di papan atas klasemen makin sengit menuju akhir kompetisi.
Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Ginanjar Rahman Latief itu berjalan ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim menunjukkan disiplin tinggi dalam bertahan sehingga tidak ada gol tercipta pada babak pertama.
Kebuntuan baru pecah pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-51. Penyerang lincah PSS Sleman, Riko Simanjuntak, berhasil menggetarkan jala gawang lawan setelah memanfaatkan asis matang dari Gustavo Tocantins.
Namun, keunggulan Laskar Sembada tidak bertahan lama saat tuan rumah mendapatkan kesempatan set piece. Hanya berselang satu menit, Tornado FC langsung merespons melalui aksi Dimas Sukarno Putra yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-52.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengakui bahwa Tornado FC merupakan kompetitor yang tangguh dengan strategi permainan yang solid. Ia menyayangkan kelengahan anak asuhnya dalam mengantisipasi situasi bola mati yang berujung pada gol balasan lawan.
“Kami tahu Tornado punya kekuatan dan taktikal yang bagus sehingga kami harus berhati-hati. Problem yang harus dievaluasi adalah saat bola mati, kami lengah dan itu membuat pertandingan jadi seri. Di wilayah timur ini kompetitor sangat luar biasa, pemain tidak boleh berleha-leha dan harus tetap fokus serta konsisten," ujar Ansyari dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Senada dengan pelatih, Riko Simanjuntak menilai hasil imbang ini cukup adil bagi kedua tim mengingat ketatnya pengawalan di lini pertahanan Tornado FC.
Meski gagal meraih poin penuh, Riko optimistis PSS Sleman masih berada di jalur yang tepat untuk mengejar target promosi.

















































