Pemantauan Hilal di Jatim Nihil, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

1 week ago 22

Selasa, 17 Februari 2026 – 20:02 WIB

Pemantauan Hilal di Jatim Nihil, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat    - JPNN.com Jatim

Pantauan hilal di 21 titik di Jawa Timur untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur melaksanakan rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2) atau bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Pengamatan dilakukan di 21 titik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Hasil pemantauan dari seluruh lokasi menunjukkan hilal tidak teramati.

Secara astronomis, posisi bulan masih berada di bawah ufuk sehingga belum memenuhi kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur mencatat, saat matahari terbenam, tinggi hilal masih berada pada posisi negatif dengan elongasi yang juga belum mencapai batas minimal.

Kondisi tersebut membuat hilal secara ilmiah tidak memungkinkan untuk terlihat.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar, mengatakan hasil rukyatul hilal di seluruh titik pengamatan menunjukkan bulan belum terlihat.

“Berdasarkan laporan dari 21 titik rukyat di Jawa Timur, hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar.

Dia menambahkan, hasil rukyat dari daerah telah disampaikan secara berjenjang kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah di Jakarta.

Kemenag Jatim pantau rukyatul hilal, hasilnya tidak terlihat

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |