jpnn.com - Mobil listrik GAC Aion S diduga mengalami sejumlah masalah yang bisa memengarui keselamatan berkendara.
Adapun masalah yang terjadi pada mobil listrik itu mulai dari pembengkakan baterai, kebocoran elektronic hingga pecahnya sel baterai yang berujung pada hilangnya tenaga kendaraan saat digunakan.
CarnewsChina pada Selasa melaporkan, keluhan tersebut mayoritas berasal dari kendaraan yang telah menempuh jarak antara 150.000 hingga 300.000 kilometer.
Insiden tersebut terungkap setelah sejumlah pemilik GAC AION S melaporkan masalah tersebut.
Berdasarkan data dari platform pengaduan konsumen 12365auto dan Black Cat, tercatat sebanyak 182 pengaduan hanya dalam kurun setengah bulan.
Masalah tersebut dikaitkan dengan sel baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 177 Ah, yang dipasok oleh CALB.
Dari sekitar 213.000 unit kendaraan yang menggunakan komponen tersebut, tingkat temuan gangguan dilaporkan mencapai 4,7 persen.
Meningkatnya perhatian publik, termasuk setelah pemberitaan media pemerintah Tiongkok Xinhua, mendorong GAC AION dan CALB menyampaikan permintaan maaf pada 18 Juli 2026.





















































