jogja.jpnn.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah menggencarkan upaya penataan kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. Langkah ini diambil sebagai upaya konservasi untuk mengembalikan fungsi alami serta menumbuhkan kembali gundukan pasir yang menjadi fenomena geologi unik di wilayah tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan salah satu poin krusial dalam penataan ini adalah penyesuaian rute jip wisata yang selama ini melintasi zona inti gumuk pasir.
"Selama ini rute jip berada di zona inti gumuk pasir. Agar gumuk pasir bisa tumbuh secara alami, maka perlu dilakukan penyesuaian rute," ujar Ari di Yogyakarta, Sabtu (20/6).
Ari menegaskan bahwa aktivitas ratusan unit jip wisata yang terus melintasi zona inti secara langsung menghambat proses pertumbuhan gundukan pasir.
Menurutnya, proses restorasi tidak akan berjalan optimal jika kawasan tersebut terus terinjak-injak oleh kendaraan berat.
"Gumuk pasir itu luas, zona intinya 141 hektare. Jika mau tumbuh, tetapi terus diinjak-injak jip, proses pertumbuhannya jadi terganggu," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bantul bersama Pemda DIY telah menjalin koordinasi intensif dengan komunitas paguyuban jip wisata Parangtritis.
Meskipun rute akan diubah, Ari memastikan bahwa operasional wisata jip tetap diperbolehkan, tetapi dialihkan ke luar zona inti.



















































